Desa Darmayasa kecamatan Pejawaran mendapat penghargaan juara 2 sebagai Desa terbaik pengelolaan Dana Desa (DD) se-Kabupaten Banjarnegara

foto bersama

DARMAYASA,(08/11/2022) Pukul 11:11 WIB– Pemerintah Desa Darmayasa Kec.Pejawaran meraih penghargaan sebagai Pemerintah Desa terbaik dalam kinerja Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 dari Dispermadesppkb Kabupaten Banjarnegara (08/11/2022).

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka mendorong dan meningkatkan pengelolaan dana desa.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Aula Setda kab.Banjarnegara Kamis,08/11/2022. Penghargaan diterima Kepala Desa Darmayasa Bpk.Ahno.

“Alhamdllah, juara 2 pengelolaan dana desa terbaik SE kabupaten Banjarnegara, di tahap 3, piagam sudah di terima” ungkap Kades Darmayasa,(08/11/2022).

Kades Darmayasa mengapresiasi kepada seluruh jajaran Kepemrintahan dalam hal ini perangkat desa yang sudah berkerja keras dan berkontribusi dalam mengelola Dana Desa (DD).hal ini sebagai penyemangat agar kedepan kinerja jauh lebih baik lagi.

“Alhamdllah desa darmayasa menjadi salah satu desa dengan pengelolaan dana desa terbaik SE kabupaten Banjarnegara, dengan demikian saya pribadi mewakili dinas pemdes darmayasa mengucapkan banyak banyak terimaksih kepada Bu sekdes dan rekan” pemdes, dengan administrasi yang baik, serta dedikasi kinerja pemdes yang manut arahan serta gerak cepat dalam pengalokasian kegiatan dan lain lain, mudah mudahan pencapaian ini membawa berkah buat pemdes dan warga darmayasa, semoga darmayasa kedepan bisa merah desa wtp (wajar tanpa pengecualian) aamiin, semangat pemdes darmayasa dan terimaksih banyak atas semangat kalian semua🙏🙏💪💪 bravo” imbuhnya.

foto piagam penghargaan untuk Desa Darmayasa

Indikator penilaiannya antara lain mencakup persentase penyerapan Dana Desa (DD) dari Rekening Kas Desa (RKD), kecepatan dan ketepatan penyaluran sesuai batas ketentuan. Juga persentase penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan penyaluran dana Desa.

Selain memenuhi indikator tersebut, Pemdes Darmayasa telah melakukan inovasi terkait pengelolaan dana desa. Yakni melalui kolaborasi bersama dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan pembangunan fisik dan pemuda, yang diwujudkan dalam Anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) melalui dana desa.

Adapun pemanfaatannya, telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan mekanisme yang ada dan sesuai peraturan atau perundang-undangan pemerintah Republik Indonesia. Demikian pula penyerapan dana desa telah mulai dilaporkan melalui aplikasi Kementerian Keuangan.

penulis : Fuadin

Hari Rabu kemarin Pemdes Darmayasa bersama Pos Pejawaran menyalurkan BPNT dan BLT BBM

DARMAYASA,14-SEPTEMBER-2022 Pemerintah desa Darmayasa bersama Pos Pejawaran menyalurkan bantuan BPNT dan BLT BBM bertempat di Balai Desa Darmayasa.

Adapun jumlah total penerima manfaat sejumlah -+446 kpm,yang terdiri dari 5 dusun di Desa Darmayasa.acara tersebut berjalan lancar aman dan kondusif.

Dengan di bagiakan bantuan tersebut di harapkan bisa meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).Dan di himbau kepada warga masyarakat agar menggunakan bantuan tersebut dengan tepat guna yaitu dengan membeli sembako atau bahan pokok tidak untuk membeli barang lain.

PENCATATAN BIODATA PENDUDUK

PersyaratanPenjelasanKeterangan
1. Surat keterangan kelahiran/SPTJM kelahiran.Syarat Pokok
2. Kartu keluargaSyarat Pokok
3. Buku NikahApabila di KK belum tercatat perkawinannya.
4. KTP-el orang tuaApabila orang tua tidak se-KK dengan termohon.
5. IjazahApabila telah memiliki ijazah.
6. Berita Acara KepolisianBagi anak yang tidak diketahui asal usulnya/keberadaan ortunya
7. Surat Pengantar dari RT dan RWApabila orang tua tidak terdaftar dalam database kependudukan
8. Surat Pernyataan Tidak Memiliki Dokduk (F.1.04Apabila tidak memiliki syarat no.1 & 5
9. Mekanisme– Hanya memberikan NIK dan elemen data lainnya sesuai data dukung untuk proses akta kelahiran.
– Hanya untuk usia 0-17 tahun kurang sehari dan belum kawin

Training Pengelolaan website desa sebagai sumber informasi yang informatif dan up to date

Trining Pengelolaan Website Desa. Foto: Emi Widiastuti/Fotografi.

Salah satu asas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa adalah transparansi. Sistem informasi desa adalah sebagai wujud transparansi Pemerintah Desa kepada masyarakat dalam bentuk informasi yang mudah di akses oleh masyarakat. Namun kami menyadari bahwa dalam pengeloaan website desa ini belum dapat maksimal sehingga kami mengadakan kunjungan kerja terkait dengan tindak lanjut optimalisasi sistem informasi desa berbasis website ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Menindaklanjuti hal  tersebut, Pemerintah Desa menghadiri  acara Training pengelolaan website sebagai sumber informasi yang informatif dan up to date yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara ini tepat dilaksanakan pada Sabtu, 16 Juli 2022, di Meeting Room Cafe 1912 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang diikuti oleh peserta dari Desa Darmayasa, Desa Tlahab Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara dan BUMDes Mahanani Kalurahan Girirejo Kaponewon Imogiri Kabupaten Bantul, DIY, serta Muhammad Miftah,S.Kom dan Muhammad Syahrir, S.Pd. sebagai trainer dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Paparan dari Muhammad Miftah S.Kom selaku perwakilan Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Foto:Emi Widiastuti/Fotografi

Dalam acara yang berlangsung selama 4 jam tersebut, dipaparkan berbagai tata cara pengelolaan website desa yang baik oleh Perwakilan Tim Pengabdian UMY, Saudara Muhammad Miftah, S.Kom. Dalam paparanya, “kami memberi dukungan kepada Pemerintah Desa dalam mengelola website dan memberi materi tentang bagaimana menyusun artikel di website tersebut agar dapat dengan mudah dibuat dan dipahami oleh masyarakat”. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik pelatihan pembuatan artikel di website desa.

Praktik Pembuatan Artikel Website Desa. Foto: Emi Widiastuti/Fotografi

Harapanya, melelui training pengelolaan website desa pada hari ini, Pemerintah Desa Darmayasa dapat lebih optimal dalam menyampaikan informasi desa kepada masyarakat melalui website desa tersebut.

 

 

 

Hindari Wabah PMK, Pahami Bagian Hewan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

Darmayasa, 08/07/2022 06:00 WIB

Penyakit mulut dan kuku (PMK) menginfeksi sejumlah hewan ternak di berbagai daerah di Indonesia. Akibatnya, wabah ini memicu kekhawatiran bagi masyarakat ketika ingin mengonsumsi daging. Apalagi perayaan Idul Adha semakin dekat.

Kekhawatiran masyarakat tampaknya mulai muncul ketika hendak mengonsumsi daging kurban seperti sapi atau kambing yang rentan terinfeksi wabah PMK.
Lalu, apakah hewan ternak seperti sapi atau kambing yang terinfeksi PMK masih bisa dikonsumsi?

Dokter Hewan (drh) Ahmad Syifa menjelaskan daging ternak yang terkena PMK tidak akan berpengaruh apa pun ketika dikonsumsi manusia. Kendati demikian, ada beberapa bagian yang harus diperhatikan seperti halnya bagian dalam pada sapi.
“Untuk organ dalam agar tidak dibagikan apalagi isi rumen (lambung besar pada sapi/kambing/domba) sampai usus halus,” ujar Syifa saat dihubungi NU Online, Rabu (6/7/2022).

Lain halnya jika kondisi hewan ternak ada bekas terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Menurutnya bagian-bagian jeroan, mulut, bibir, lidah, dan kaki pada hewan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.

Hal yang tak kalah penting yaitu cara mengelola daging hewan ternak. Ia menyarankan agar langsung dimasak atau didihkan.

“Bagian dari jeroannya kita harus hati-hati. Jika akan dibagikan lebih baik bagian organ harus melalui pematangan atau perebusan terlebih dahulu,” imbaunya.

Meski tidak ada PMK pun, kata dia, jeroan atau isi rumen (lambung besar pada sapi) harus direbus di air mendidih agar mikroba-mikroba bisa musnah. Baik terinfeksi PMK atau tidak, perebusan ini berfungsi untuk menghindari pencemaran lingkungan.
Selain itu, daging ternak yang akan dikonsumsi lebih baik dimasak dengan tingkat kematangan yang sempurna guna mengikuti kaidah higiene.

 

“Kelayakan dan kaidah higiene patut diperhatikan supaya daging yang dibagikan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” kata dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian membeberkan lima bagian pada hewan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tak boleh dikonsumsi masyarakat. Pasalnya, bagian tersebut biasanya kerap terpapar langsung oleh virus PMK.

Adapun bagian yang tak boleh dikonsumsi yaitu jeroan, mulut, bibir, lidah, dan kaki. Selebihnya masih bisa dikonsumsi oleh manusia.

“Yang tidak boleh hanya pada tempat-tempat yang langsung terkena PMK misalnya, organ-organ tertentu kaki, tentu saja harus diamputasi dulu. Jeroan tidak boleh, atau mulut, yang terkait dengan bibir dan lain-lain, atau lidah. Cuma itu yang memang tidak direkomendasi tapi yang lain masih bisa direkomendasi,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Rabu (11/5/2022).

Admin-F

Vaksinasi Covid-19 Di Desa Darmayasa

desa-darmayasa.id -Senin,13-Juni-2022|15:23 WIB.

Pemerintah Desa Darmayasa Bekerjasama dengan Polsek Pejawaran dan Puskesmas Pejawaran melaksanakan kegiatan vaksinasi tahap 1,2 dan 3 pada tanggal 10 Juni 2022 yang dihadiri kurang lebih 300 warga, dimulai pada pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Pelaksanaan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat dengan dibantu oleh Perangkat Desa, Kader desa, Polsek Pejawaran  dan Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Pejawaran

Pelaksanaan Vaksinasi adalah salah satu upaya Pemerintah untuk menghambat penyebaran Covid-19 dan menjaga perekonomian ditengah masyarakat. Maka kita semua juga berupaya mandiri agar pandemi ini cepat selesai dengan cara menerapkan Protokol Kesahatan, Berolahraga Rutin, dan mengonsumsi makanan-makanan yang bernutrisi.

Kami selaku Pemdes Darmayasa berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi tsb termasuk Warga masyarakat Darmayasa dari kadus 1,2,3,4 dan 5 yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi demi pencegahan wabah Covid-19.

(Admin)

PENYULUHAN DAN PELATIHAN DALAM PENCEGAHAN PMK (PENYAKIT MULUT DAN KUKU) PADA HEWAN TERNAK

Darmayasa,25 Mei 2022 | 11:01 WIB- Ahir-ahir ini masyarakat Indonesia atau peternak hewan di hebohkan dengan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi dan kambing yang sudah mewabah di sebagian kota/kabupaten di indonesia tak terkecuali di Wilayah Kabupaten Banjarnegara. Kepala Desa Darmayasa menuturkan bahwa Di Desa Darmayasa sendiri sudah terkonfirmasi penyakit tersebut ada 8 ekor sapi yang gejala nya mirip dengan gejala PMK. Dengan viralnya penyakit tersebut Pemdes Darmayasa berkerja sama dengan Para peserta KKN IAIN Pekalongan  mengadakan sosialisasi tentang hal tersebut dengan menghadirkan Narasumber dari dinas terkait dari Kabupaten Banjarnegara.

Mengenal apa itu Penyakit mulut dan kuku disingkat PMK merupakan penyakit hewan menular yang menyerang hewan berkuku belah baik hewan ternak maupun hewan liar seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, rusa/kijang, onta dan gajah. Penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Di dunia internasional, penyakit PMK disebut foot and mouth disease yang disingkat dengan FMD. Penyakit PMK atau FMD disebabkan oleh virus yang dinamai virus penyakit mulut dan kuku (virus PMK) atau foot and mouth diseases virus (FMDV). Virus ini masuk dalam famili Picornaviridae dan genus Aphtovirus.

 

Dr.Anton selaku petugas penyuluh menjelaskan,berikut ciri-ciri hewan ternak yang terinfeksi PMK:

1.Demam hingga 39-41 derajat Celcius
2.Pembengkakan kelenjar, terutama di daerah mandibula/rahang bawah
Terdapat luka di sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, hingga ambing atau payudara
Produksi air liur tinggi
3.Hewan ternak kesulitan menelan makanan
4.Hewan tidak mau makan
5.Hewan bernapas dengan cepat dan kesulitan berdiri.
6.Luka pada kuku mengakibatkan kuku ternak terlepas.
Ternak dengan gejala di atas akan dengan mudah menularkan PMK ke ternak lainnya, baik melalui medium udara atau kontak langsung.

Oleh karena itu, apabila ternak mengalami sejumlah gelaja PMK segera lakukan karantina ternah dan semprot kandang dengan desinfektan.dan tidak mendatangkan hewan ternak dari luar daerah.

Adapun ternak yang terinfeksi akan diberikan penanganan khusus, yakni berupa vitamin dan obat-obatan sebagaimana yang saat ini tengah dilakukan.
Cara mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK)
Dikutip dari situs Pemerintah Kabupaten Bogor, berikut ini cara mencegah PMK:

A. Pencegahan dengan cara Biosekuriti:
Perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans.
Pemotongan pada hewan terinfeksi, hewan baru sembuh, dan hewan-hewan yang kemungkinan kontak dengan agen PMK.
Desinfeksi asset dan semua material yang terinfeksi (perlengkapan kandang, mobil, baju, dll.)
Musnahkan bangkai, sampah, dan semua produk hewan pada area yang terinfeksi.
Tindakan karantina.
B. Pencegahan dengan cara medis
Untuk daerah tertular :

Vaksin virus aktif yang mengandung adjuvant
Kekebalan 6 bulan setelah dua kali pemberian vaksin, sebagian tergantung pada antigen yang berhubungan antara vaksin dan strain yang sedang mewabah.
Untuk daerah bebas (Indonesia) :

Pengawasan lalu lintas ternak
Pelarangan pemasukan ternak dari daerah tertular
Pengobatan dan pengendalian
Pemotongan dan pembuangan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi.
Kaki yang terinfeksi di terapi dengan chloramphenicol atau bisa juga diberikan larutan cuprisulfat.
Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga disinyalir efektif terhadap PMK.
Selama dilakukan pengobatan, hewan yang terserang penyakit harus dipisahkan dari hewan yang sehat (dikandang karantina terpisah dari kandang hewan sehat).
Hewan tidak terinfeksi harus ditempatkan pada lokasi yang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan serta diberi pakan cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.
Pada kaki hewan ternak yang sehat diolesi larutan Cuprisulfat 5 persen setiap hari selama satu minggu, kemudian setelah itu terapi dilakukan seminggu sekali sebagai cara yang efektif untuk pencegahan PMK pada ternak sapi.

Tak hanya mengobati ternak yang terinfeksi, petugas juga memastikan bahwa kandang yang ditinggali oleh ternak tersebut steril dan aman digunakan.

Penyeterilkan kandang dilakukan dengan menyemprotkan desinfektan ke seluruh kandang dan area pemeliharaan.

Berikut langkah-langkah yang dilakukan petugas untuk menangani PMK:

Menyiapkan vaksin PMK
Pendataan jumlah harian ternak terinfeksi PMK
Penetapan lockdown di tingkat desa/kelurahan
Pemusnahan ternak yang terkonfirmasi PMK secara terbatas
Memberikan antibiotik, vitamin, dan penguat imun ternak
Mendistribusikan obat-obatan, desinfektas, dan petugas kesehatan ke wilayah yang tercatat kasus
Pembatasan dan pengawasan ketat, baik melalui lalu lintas ternak, pasar, dan rumah potong hewan
Pembentukan gugus tugas di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten
Mengedukasi peternak terkait pengendalian dan pencegahan PMK
Pengawasan masuknya hewan ternak di wilayah perbatasan dari negara lain yang belum bebas PMK oleh Badan Karantina Pertanian.

Satu pertanyaan yang muncul adalah apakah virus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak bisa menular ke manusia? Pertanyaan ini muncul dari kekhawatiran virus corona, yang menjadi penyebab COVID-19, diduga berawal dari hewan liar dan lalu melompat ke manusia dan menyebar ke seluruh dunia.

Untuk menjawab masalah tersebut, kami bertanya pada perugas penyuluh terkait penyakit infeksi dan peneliti sains veteriner. Mereka menyatakan bahwa penularan virus penyebab PMK ke manusia kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini lebih banyak menimbulkan masalah dari sisi bisnis peternakan dan industri yang terkait, ketimbang kesehatan masyarakat.

PMK tidak menular ke manusia
Dr.anton petugas penyuluh, mengatakan PMK merupakan penyakit hewan ternak yang  menular antarhewan, Walaupun begitu,masyarakat di himbau untuk berhati-hati dan waspada agar penyakit tersebut tidak tertular pada hewan lewat manusia. Dan juga dalam hal mengolah daging wajib dengan cara yang baik dan benar apa lagi ini menjelang hari raya kurban.dan juga dr anton menghimbau agar daging segera di olah dengan segara merebusnya kemudian dalam hal pembagian kurban nantinya,agar segera di distribusikan  di rekomendasikan agar tidak lebih dari 5 jam. Terahir kata dr.anton warga masyarakat untuk tidak PANIK.

Lanjutkan membaca PENYULUHAN DAN PELATIHAN DALAM PENCEGAHAN PMK (PENYAKIT MULUT DAN KUKU) PADA HEWAN TERNAK

Puluhan orang terjaring razia Pekat (penyakit masyarakat)SATPOL PP

PURWOKERTO – Lebih dari 10 orang terjaring dalam razia Pekat yang dikelola oleh Satpol PP Banyumas dilindungi dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporarbudpar), Badan Pendapatan Daerah (BPD), dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Razia tersebut dilaksanakan pada Jumat (22/4) pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Di dalam razia pekat tersebut, petugas menyiapkan 2 tim yang masing-masing memiliki tujuan yang sama yaitu penjaringan dan penertiban penyakit-penyakit masyarakat khususnya di bulan Ramadhan

Kedua tim tersebut dibagi ke dalam 2 wilayah yang berbeda dengan tujuan razia dapat di seluruh hotel-hotel Purwokerto. Menurut Guntur Eko, selaku Kasi P2D Satpol PP Banyumas ia mengatakan, “Razia ini dilaksanakan secara gabungan bersama Dinporarbudpar, Bapenda, dan PHRI.

Untuk menanggulangi penyakit masyarakat dan khususnya di hotel-hotel Purwokerto agar dipastikan sudah tergabung dalam PHRI dan ada izinnya,” katanya.

Pada kegiatan tersebut pasangan yang berstatus bukan suami istri yang terjaring dalam razia pekat, mereka dibawa ke Kantor Satpol PP Banyumas untuk diberikan pembinaan. Alasan mereka ada di hotel yang disampaikan kepada petugas pun kebanyakan tidak masuk akal.

Ada yang memiliki alasan menunggu jam kuliah di kampus, ada yang beralasan sedang reuni dengan teman, dan ada pula yang beralasan sedang kuliah.

 

Hiburan:

Hari ini Pemdes Darmayasa, Lembaga Dan Elemen masyarakat kerja Bakti di lokasi Bencana Alam

Darmayasa, 21/04/2022 | 08:30 WIB

Hari ini pemerintah beserta masyarakat melakukan kerja bhakti di lokasi bencana tanah longsor di jalan Bojong Desa Darmayasa Tepatnya di Dusun Gembongan, seperti yang kita ketahui, amblasnya jalan bojong terjadi pada hari selasa, 20/04/2022 curah hujan yang tinggi ahir-ahir ini menjadi penyebab utama meluapnya sungai kali bojong sehingga bantaran sungai tidak kuat menahan debit air yang tinggi tersebut. Terputusnya akses jalan tersebut, Pemdes Darmayasa menginisiasi kerja bakti untuk perbaikan jalan agar jalan tetap bisa dilalui oleh kendaraan. 

Kerja bhakti ini melibatkan perangkat desa, lembaga desa dan seluruh elemen masyarakat Darmayasa, semua pihak yang terlibat saling bahu-membahu dan saling guyup rukun dalam perbaikan jalan tersebut, hal itu di buktikan dengan kekompakan dan saling menyempatkan waktu tenaga dan pikiran dalam menjalankan amal bhakti kepada Desa dan Warga masyarakat pada umumnya.

Kondisi jalan setelah di perbaiki

Pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa Darmayasa sangat berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kerja bakti tersebut. Berikut penuturan kepala Desa Darmayasa :

Pak Ahno Kepala Desa Darmayasa

Pada hari ini juga, kamis,21/04/2022 pukul 16:00 Wib .Kadis DPUPR beserta Kabid Bina Marga di dampingi oleh kepala Desa dan Sekdes Darmayasa meninjau langsung ke lokasi bencana alam. Kadis DPUPR mengatakan bahwa jalan tsb bisa di perbaiki di tahun 2022 namun hasilnya tidak maksimal karena terbatasnya anggaran. Berikut penuturan Kadis DPUPR Kabupaten Banjarnegara :

“Jalan bisa di perbaiki di tahun 2022 ini tapi ada kemungkinan hasilnya tidak maksimal karena terbatasnya anggaran, jadi akan di anggarkan di Tahun 2023 agar hasilnya maksimal, karena perbaikan jalan ini membutuhkan anggaran yang besar”

Kabid Dpupr Banjarnegara

Peninjauan kadis Dpupr dan Kabid Bina Marga.

Foto bersama

Dinas terkait berkoordinasi dengan Pemerintah Desa